Mungkin dulu pernah ada orang yang datang keduniamu dan menyapamu dengan salamnya yang selalu kamu tunggu setiap harinya . Kata - kata sepele tapi sangat kamu nanti , Tapi pada akhirnya seiring dengan berjalannya waktu dia mulai mengetahui sikap aslimu yang ternyata tidak diharapkannya , perlahan dia pergi dan meninggalkan kehidupanmu bagai perahu kertas yang kamu hanyutkan kesungai berair deras . Tapi disaat itu kamu baru sadar bahwa kamu kehilangan sesuatu yang sangat berarti bagimu , tapi ketika kamu ingin menggapainya kembali , semua sudah terlambat .
Satu ruang hampa tercipta , didalamnya sangat gelap , terisi amarah , kebencian , sekaligus juga kesepian yang bercampur aduk . Disitu kamu mulai berpikir , bahwa semua yang pernah dia katakan kepadamu adalah sesuatu yang semu , yang terus berulang entah kepada siapapun dia akan melakukan hal yang sama kepada orang lain .
Aku masih belum menemukan makna hangatnya kebersamaan yang sebenarnya , aku pikir aku harus bersabar dan berusaha untuk menemukan seseorang yang benar - benar berkata apa adanya dan mau menerimaku seperti ini . Aku akan tetap berdiri disini , sama seperti ini , sama seperti apa yang biasa ku lakukan . Aku akan menunggu sampai suatu saat hal itu tiba , dan aku dapat memahami rasa kebersamaan yang sebenarnya . Sepertinya aku memang harus merelakannya pergi , karena aku bukanlah siapa-siapa bagi dirinya , aku hanya seorang yang pernah dianggapnya penting , atau lebih tepatnya dia tidak pernah menganggapku seperti itu dari awal? .Ya , sebaiknya aku harus membiarkannya pergi dan mencari apa yang dapat membuatnya bahagia .
No comments
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)